Berita

Ditegur Soal Papan Informasi dan K3, Pemborong Proyek SAB di Cisoka Beri Klarifikasi: “Terima Kasih kepada Wartawan”

×

Ditegur Soal Papan Informasi dan K3, Pemborong Proyek SAB di Cisoka Beri Klarifikasi: “Terima Kasih kepada Wartawan”

Sebarkan artikel ini

Sekilasindonesia.id TANGERANG – Pemborong proyek Sarana Air Bersih (SAB) yang berlokasi di depan Musholla Nurul Iman, Kampung Cibugel RT 022/002, Desa Bojongloa, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, Banten.

Barkah, memberikan klarifikasi terkait pemberitaan yang menyoroti tidak adanya Papan Informasi Publik (PIP) serta dugaan ketidaklengkapan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD/K3) oleh para pekerja di lokasi proyek, Senin (27/7/2026).

Click Here

Barkah membantah bahwa proyek yang dikerjakannya mengabaikan ketentuan tersebut.

Ia menjelaskan bahwa papan informasi proyek telah diserahkan kepada orang kepercayaannya, Riki, yang bertugas sebagai pelaksana lapangan.

Selain itu, Barkah juga menyatakan bahwa perlengkapan keselamatan kerja (K3), seperti rompi, helm, dan sepatu boot, telah disediakan sesuai dengan jumlah pekerja yang terlibat dalam proyek.

Menurutnya, masukan dari insan pers merupakan bentuk kontrol sosial yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pekerjaan di lapangan.

Ada kekurangankah bang kerjaan? Kalau ada kekurangan tegur saja saya sebagai pemborong.

Justru itu ilmu buat saya dan buat yang kerja agar makin lebih baik dan bagus lagi ke depannya.

Kalau semen pasti banyakan, karena bangunan kalau kurang semen jelek dan tidak kokoh.

“Adapun PO semen baru sedikit, kalau kirim sekaligus semennya bisa keras,” ujar Barkah kepada awak media.

Ia juga mengaku telah meneruskan seluruh masukan dari para wartawan kepada mandor maupun pekerja yang bertugas di lapangan agar segera dilakukan evaluasi.

“Ya, tegur saja pemborongnya kalau pemborongnya bandel, terima kasih atas masukannya dan sudah saya kirim masukan dari kawan-kawan wartawan kepada mandor atau yang kerja di lapangan,” tambahnya.

Barkah menegaskan bahwa dirinya berkomitmen menjalankan amanah sebagai pemborong dengan sebaik-baiknya.

“Ia menganggap setiap kritik dan saran sebagai pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pekerjaan serta memastikan proyek yang dibiayai dari uang rakyat dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” pungkasnya.

Bagindo Yakub.