GOWA – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Fraksi Golkar, Lukman B Kady, kembali turun ke tengah masyarakat untuk menyerap aspirasi dalam rangkaian Reses Masa Persidangan III Tahun 2026.
Kali ini, reses digelar di Desa Paccellekang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa, Kamis (23/7/2026). Sekitar 200 peserta hadir dalam kegiatan tersebut.
Sejumlah unsur pemerintah dan tokoh masyarakat turut hadir, di antaranya Sekretaris Desa Paccellekang H. Syamsul Bakhri, S.Sos., Korcam Pattallassang H. Zainuddin Nuji, Korlu Paccellekang Baso Dg Taba, serta tokoh masyarakat Mandes Paccellekang.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat menyampaikan berbagai aspirasi yang berkaitan dengan kebutuhan pendidikan, penerangan, dan infrastruktur pertanian.
Salah satu aspirasi yang disampaikan yakni kebutuhan bangku sekolah di SD Inpres Balangpunia, Desa Panaikang, Kecamatan Pattallassang.
Masyarakat menyampaikan, terdapat tiga kelas yang masih membutuhkan bangku sekolah, termasuk ruang kelas 4. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena sarana dan prasarana pendidikan merupakan salah satu penunjang penting dalam proses belajar mengajar.
Menanggapi aspirasi tersebut, Lukman B Kady menyampaikan akan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten agar kebutuhan sarana pendidikan tersebut mendapat perhatian.
“Nanti saya akan koordinasikan ke pemerintah kabupaten untuk menjadi atensi terhadap dunia pendidikan,” ujar Lukman B Kady saat menyampaikan tanggapannya.
Selain kebutuhan sarana pendidikan, masyarakat juga mengusulkan pemasangan lampu jalan di Dusun Pattiro, Kampung Ganjenga.
Penerangan jalan dinilai penting untuk mendukung aktivitas masyarakat sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman, khususnya pada malam hari.
Aspirasi lainnya datang dari sektor pertanian. Masyarakat menyampaikan kebutuhan perhatian terhadap kondisi jalan tani di Desa Panaikang yang menjadi salah satu akses penting bagi warga dalam mendukung aktivitas pertanian.
Menanggapi usulan tersebut, H. Zainuddin Nuji menyampaikan akan meninjau langsung kondisi jalan tani tersebut untuk melihat kemungkinan penanganan yang dapat dilakukan.
“Pak Nuji akan tinjau. Kalau bisa dibantu sertu, nanti kita lihat sempat bisa dibantu satu atau dua mobil sirtu,” disampaikan dalam dialog tersebut.
Kegiatan reses berlangsung dalam suasana dialogis dan penuh kekeluargaan. Masyarakat diberi ruang untuk menyampaikan aspirasi secara langsung, sementara berbagai masukan yang disampaikan menjadi bahan perhatian untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan mekanisme yang berlaku.
Lukman B Kady menegaskan, kegiatan reses menjadi bagian penting dari tugas anggota DPRD dalam mendengarkan secara langsung kebutuhan masyarakat di lapangan.
Melalui kegiatan tersebut, aspirasi warga terkait pendidikan, penerangan jalan, dan infrastruktur pertanian diharapkan dapat menjadi bagian dari proses pembangunan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Reses juga menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi antara wakil rakyat dan masyarakat, sehingga berbagai persoalan di tingkat bawah dapat disampaikan secara terbuka dan menjadi bahan perjuangan dalam pembangunan daerah.











