Berita

Dari Pengamen Jalanan ke Pendiri Yayasan : Kisah Inspiratif Ade Maftuhi Bangun Harapan Anak Negeri di Cilegon

×

Dari Pengamen Jalanan ke Pendiri Yayasan : Kisah Inspiratif Ade Maftuhi Bangun Harapan Anak Negeri di Cilegon

Sebarkan artikel ini

Sekilasindonesia.id CILEGON – Perjalanan hidup yang penuh keterbatasan tak menyurutkan langkah Ade Maftuhi untuk terus berbuat bagi sesama.

Berawal dari kehidupan keras sebagai pengamen jalanan sejak 1997, kini ia dikenal sebagai pendiri Yayasan Rumah Pintar Kreasi—sebuah ruang harapan bagi anak-anak dari keluarga sederhana.

Click Here

Sejak kecil, Ade Maftuhi mengaku tak pernah merasakan kemewahan hidup. Jalanan menjadi sekolah pertama yang membentuk karakter dan cara pandangnya terhadap kehidupan.

Dari pengalaman itu, ia belajar tentang arti bertahan, menghargai orang lain, hingga menata hati di tengah kondisi yang tidak selalu berpihak.

Setelah melewati berbagai fase jatuh bangun, panggilan jiwa untuk membantu sesama mulai tumbuh. Pada tahun 2017, ia mulai aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

Berangkat dari niat sederhana untuk memberi manfaat, ia kemudian mendirikan Yayasan Rumah Pintar Kreasi—sebuah wadah pendidikan dan pemberdayaan yang lahir dari keberanian, bukan dari kemapanan.

Meski kini memimpin sebuah yayasan, kehidupan Ade tetap jauh dari kata mewah.

Ia masih mengamen dan sesekali bekerja sebagai kuli proyek demi memenuhi kebutuhan keluarga.

Namun, di tengah keterbatasan tersebut, semangatnya untuk memberdayakan masyarakat tak pernah padam.

Melalui aktivitas sehari-harinya, Ade banyak berinteraksi dengan berbagai lapisan masyarakat.

Hal itu semakin menguatkan tekadnya untuk hadir lebih dekat dengan warga, mendengar langsung keluhan mereka, dan bersama-sama mencari solusi.

Dari situlah lahir berbagai kegiatan belajar dan pelatihan kemandirian yang ia rintis, meski dengan segala keterbatasan.

Ade menyadari dirinya bukan berasal dari latar pendidikan tinggi. Namun baginya, pengalaman hidup adalah guru terbaik.

Ia memaknai setiap kesulitan sebagai pelajaran berharga yang membentuk kebijaksanaan.

Dalam perjalanannya, ia juga membagikan dua pesan penting bagi generasi muda. Pertama, keterbatasan pengetahuan bukan alasan untuk merugikan orang lain. Kedua, kemiskinan materi tidak boleh membuat seseorang kehilangan keikhlasan, kepedulian, dan martabat.

“Sejarah hidup saya bukan tentang keberhasilan besar, tapi tentang perjuangan kecil yang tidak pernah berhenti,” ujarnya.

Bagi Ade, Yayasan Rumah Pintar Kreasi bukan sekadar lembaga, melainkan simbol harapan—bahwa setiap anak, tanpa memandang latar belakang, berhak mendapatkan kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik melalui pendidikan.

Kisah hidupnya menjadi bukti bahwa mimpi tidak hanya milik mereka yang memiliki segalanya. Bahkan dari jalanan, harapan bisa tumbuh dan menginspirasi banyak orang untuk berani melangkah, meski dengan bekal yang sederhana,” ungkapnya penuh haru.

Bagindo Yakub.