PANGKALPINANG -Majelis Intizor Bangka Belitung menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) Ahlul Bait Bangka Belitung ke-1 di Majelis Intizor, Kecamatan Gerunggang, Kota Pangkalpinang, pada Sabtu (2/11/2025).
Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 50 peserta yang berasal dari tiga DPD, yakni Pangkalpinang, Kabupaten Bangka, dan Kabupaten Bangka Tengah.
Dengan mengusung tema “Membangun masyarakat sosial humanis melalui keberagaman, untuk mewujudkan masyarakat yang bermartabat serta memiliki empati yang tinggi sebagai regenerasi bangsa,” kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi jamaah Ahlul Bait di Bangka Belitung untuk memperkuat silaturahmi, kebersamaan, dan arah pembinaan umat.
Acara berlangsung khidmat dengan dihadiri para tokoh dan jamaah, termasuk Sayyid Ahmad Bahteim dan Ustaz Ahmad Hidayat. Selain agenda musyawarah, kegiatan juga dirangkaikan dengan peringatan syahadah Sayyidah Fatimah Az-Zahra AS 1447 Hijriah, yang menjadi ajang refleksi spiritual dan penguatan kecintaan kepada keluarga Rasulullah SAW.
Majelis Intizor: Wadah Pembinaan Akhlak dan Sosial Jamaah
Majelis Intizor didirikan pada 26 Maret 2024 sebagai wadah pembinaan akhlak, penguatan ilmu agama, dan kegiatan sosial berbasis kebersamaan jamaah. Melalui berbagai kegiatan rutin, majelis berupaya membentuk karakter muslim yang santun, berilmu, dan berempati terhadap sesama.
Dalam ceramahnya, pengurus majelis menekankan pentingnya memperbaiki niat, pikiran, serta hubungan sosial sebagai dasar membangun perubahan diri dan lingkungan.
“Keindahan keimanan seseorang tercermin melalui akhlak, pergaulan yang baik, dan pikiran yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” ujar salah satu pengisi tausiyah dalam kegiatan tersebut.
Empat Pilar Amalan Jamaah Intizor
Sebagai pedoman pembinaan jamaah, Majelis Intizor mengusung empat pilar amalan utama, yaitu:
1. Jujur dalam ucapan dan perbuatan.
2. Sedekah sesuai kemampuan, sebagai bentuk syukur dan kepedulian.
3. Menjaga nama baik dalam silaturahim, agar ukhuwah tetap terjaga.
4. Istiqomah hadir di majelis setiap malam Jumat, sebagai cara menjaga keberkahan dan menguatkan hati dalam kebaikan.
“Istiqomah dalam majelis bukan hanya hadir secara fisik, tetapi juga menjaga hati agar tetap terhubung pada kebaikan,” ujar salah satu narasumber tausiyah.
Harapan Jamaah: Terus Menebar Empati dan Kebersamaan
Melalui kegiatan ini, Majelis Intizor berharap dapat melahirkan masyarakat muslim yang humanis, berempati, dan saling menopang dalam kebaikan.
Musyawarah wilayah pertama ini juga diharapkan menjadi fondasi kuat untuk memperluas jaringan dakwah Ahlul Bait di seluruh Bangka Belitung.
Kegiatan diakhiri dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan keharmonisan umat, disertai semangat kebersamaan yang hangat di antara jamaah.
Para peserta berharap kegiatan seperti ini terus digelar secara rutin agar ukhuwah Islamiyah di Bangka Belitung semakin erat dan bermakna.(*)











