TAKALAR,- Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye., MM bersama Wakil Bupati (Wabub) Takalar, Dr. H. Hengky Yasin., S.Sos., MM menyambut kedatangan Sekretaris Kementerian Koperasi Republik Indonesia, Ahmad Sabadi, SH, MH tepatnya di Desa Aeng Batu-Batu, Kecamatan Galesong Utara (Galut), Takalar Selasa (23/09).
Kedatangan Sekretaris Menteri disambut dengan pengalungan bunga dan pemasangan songkok guru oleh Bupati didampingi Wabub dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Takalar serta disaksikan Pimpinan Organisasi Pimpinan Daerah (OPD) Kabupaten Takalar, para Camat serta Masyarakat setempat.
Sekretaris Menteri Koperasi RI dalam sambutannya menyampaikan, dirinya begitu terkesan dengan Koperasi Merah Putih (KMP) di Desa Aeng Batu-Batu, ini adalah role model bagi koperasi desa lainnya.
“Saya sangat Appreciate dengan Kopdes Merah Putih yang ada di Desa Aeng Batu-Batu, selain menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat juga ada apotek dan klinik yang lengkap, bukan hanya dokter umum tetapi juga ada dokter gigi dengan fasilitas yang lengkap pula. Ini dapat menjadi percontohan bagi Koperasi Desa lainnya dengan menghadirkan kebutuhan
Lanjut dia mengatakan, Presiden RI menjadikan Koperasi Desa Merah Putih sebagai suatu strategi paling besar dibidang ekonomi bukan sekedar mendistribusikan kebutuhan dasar masyarakat tetapi untuk menumbuhkan kemandirian dari masyarakat desa. Koperasi diharapkan menjadi konsolidator bagi pengembangan potensi ekonomi masyarakat desa sehingga ekonomi masyarakat desa ekonominya menjadi lebih mandiri dan tumbuh menjadi pusat ekonomi di indonesia.
Sementara itu, Bupati Takalar mengatakan, Takalar memiliki 110 Desa dan Kelurahan, 86 desa dan 24 kelurahan, ada enam desa di pulau dan ada sekitar 12 desa berada di pesisir dengan panjang pesisir 74 Km dan sisanya adalah desa yang berada di dataran rendah dan ketinggian dengan culture yang berbeda pula.
Takalar ini lengkap ada laut, pesisir, daratan dan pegunungan, sehingga Koperasi Desa jika menyesuaikan dengan kearifan lokal akan beda-beda yang akan dikelola sesuai dengan potensi dari masing-masing desa











