Sekilasindonesia.id, || SUMEDANG – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto terus menunjukkan dampak yang luas, tak hanya dari sisi kesehatan, tapi juga dari sisi sosial dan ekonomi masyarakat. Salah satunya terlihat di Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
Di daerah ini, dapur MBG telah menjadi tempat berjuang bagi puluhan warga, terutama perempuan, yang tergabung dalam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Bagi mereka, pekerjaan di dapur bukan sekadar rutinitas, tetapi jalan hidup untuk menafkahi keluarga, membahagiakan orang tua, hingga mewujudkan mimpi masa depan.
Lewat unggahan akun Instagram @sppgcimalaka, para pekerja membagikan cerita sederhana mereka dengan cara menulis di papan kecil.
Ungkapan yang terlihat ringan itu justru menyimpan makna mendalam.
“Saya senang bekerja di dapur MBG karena ada anak yang harus dinafkahi,” tulis seorang pekerja perempuan.
“Saya senang karena bisa menabung untuk punya rumah impian,” tulis yang lain.
“Saya ingin bahagiakan mamah,” ujar Tiara, salah satu pekerja dengan nada penuh kasih, Minggu (12/10/2025).
Tak hanya bagi perempuan, dapur MBG juga membuka peluang kerja bagi kaum pria.
Dari yang ingin menghidupi keluarga, berbagi rezeki, hingga menyelipkan sedikit harapan yang mengundang senyum.
“Saya senang bekerja di dapur MBG karena bisa traktir keluarga jajan & main, karena sambil cari jodoh,” tulis seorang pria sambil bercanda.
“Karena bisa nonton Persib di stadion,” tulis yang lain penuh bangga.
Kisah-kisah ini memperlihatkan satu hal : dapur MBG bukan hanya tempat memasak makanan bergizi, tapi ruang kehidupan—tempat warga bisa merasa berguna, bersyukur, dan berjuang bersama demi kehidupan yang lebih baik.
Program Makan Bergizi Gratis sendiri merupakan program prioritas nasional yang menyasar pemenuhan gizi bagi siswa, balita, hingga ibu hamil. Namun di balik misi gizi, program ini juga menciptakan lapangan kerja besar-besaran.
Menurut data Badan Gizi Nasional (BGN), program ini diperkirakan bisa menyerap sekitar 6 juta tenaga kerja, tersebar di lebih dari 30 ribu dapur SPPG di seluruh Indonesia. Targetnya: melayani sekitar 82,9 juta penerima manfaat.
“Ini bukan sekadar statistik. Program MBG benar-benar memberi manfaat langsung ke masyarakat, anak-anak makan bergizi, orang tua bekerja, ekonomi desa tumbuh,” tulis salah satu pengelola SPPG.
Di Cimalaka, dampak itu nyata. Warga yang sebelumnya kesulitan mendapat pekerjaan, kini bisa produktif.
Mereka bisa menambah penghasilan, membantu biaya pendidikan anak, bahkan menabung untuk masa depan.
“Saya bekerja di dapur MBG karena ingin bantu orang tua,” tulis salah satu pekerja.
“Karena ingin masa depan yang lebih baik,” ujar lainnya.
Bagindo Yakub.











