Sekilas Indonesia, Lebak – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Banten menggelar kegiatan sosialisasi Program 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) di Aula Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Rabu, (4/9/2025)
Program ini menjadi langkah strategis dalam mencegah stunting serta memperkuat kualitas keluarga sejak dini. Peserta kegiatan terdiri dari tenaga kesehatan, kader posyandu, perangkat desa, hingga masyarakat setempat.
Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN) Provinsi Banten, Rusman Efendi, menegaskan pentingnya perhatian semua pihak terhadap tumbuh kembang anak pada 1000 hari pertama kehidupan.
“Periode emas 1000 HPK sangat menentukan kualitas kesehatan dan kecerdasan anak di masa depan. Jika kita bersama-sama fokus mencegah stunting sejak kehamilan hingga anak berusia dua tahun, maka akan tercipta generasi yang sehat, kuat, dan produktif,” ungkap Rusman.
Rusman juga menambahkan bahwa saat ini BKKBN telah resmi bertransformasi menjadi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN) sesuai Peraturan Presiden No. 180 dan 181 Tahun 2024.
“Transformasi ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam memperkuat pembangunan keluarga dan pengendalian penduduk. Dengan status kementerian, fungsi, tugas, dan jangkauan program akan lebih luas dan terintegrasi,” jelasnya.
Ia menambahkan, untuk kegiatan ini sendiri sudah berlangsung lama, demi pemantapan kegiatan ini kita lanjutkan lagi di dua kecamatan yaitu, Kecamatan Kalangnyar dan Rangkasbitung.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Lebak, Dedi Lukman Indepur menegaskan dukungan penuh terhadap upaya pencegahan stunting melalui sinergi dengan Kemendukbangga/BKKBN.
“Pencegahan stunting bukan hanya tanggung jawab pemerintah pusat, tapi juga pemerintah daerah. Kami di Lebak berkomitmen memperkuat peran kader posyandu, PKK, dan perangkat desa agar pemahaman masyarakat tentang pentingnya 1000 HPK semakin meningkat,” ujarnya.
Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi momentum kolaborasi lintas sektor untuk menekan angka stunting di Kabupaten Lebak dan Provinsi Banten secara umum.
(Usep_Red).











