TAKALAR –Lembaga penelitian dan pengabdian Kepada Masyarakat dari Universitas Negeri Makassar (UNM) menyelenggarakan Pelatihan Kepemimpinan Berbasis Budaya Kearifan Lokal bagi Kepala Sekolah Dasar dalam rangka Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Tahun Anggaran 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai lokal dalam kepemimpinan pendidikan di lingkungan sekolah dasar.
Pelatihan yang digelar pada Rabu, 14 Mei 2025 ini berlangsung di UPT SD Negeri 113 Inpres Laikang, Kecamatan Laikang, Kabupaten Takalar. Peserta pelatihan terdiri dari sejumlah , yakni Kelas A yang diperuntukkan bagi para kepala sekolah dan kelas lain di gunakan sejumlah guru kelas dan mata pelajaran yang disaksikan langsung Koordinator Wilayah pendidikan Kecamatan Mangarabombang dan Laikang, Jaharuddin.M.Pd
Wakil Direktur I Program Pascasarjana UNM, Prof. Dr. Wahira, M.Pd, hadir sebagai pemateri utama dalam Kelas A. Ia memaparkan beberapa topik penting, seperti pengertian kearifan lokal, urgensi kepemimpinan berbasis kearifan lokal, prinsip-prinsip yang mendasarinya, serta studi kasus kepemimpinan inspiratif di masyarakat.
Menurut Prof. Wahira, kearifan lokal mencakup nilai, tradisi, dan praktik yang diwariskan secara turun-temurun, seperti gotong royong dalam pembangunan fasilitas umum, musyawarah mufakat dalam pengambilan keputusan, serta pelestarian tradisi dan norma adat. Nilai-nilai ini dinilai relevan dalam membentuk karakter siswa serta menciptakan lingkungan belajar yang inklusif.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kepemimpinan berbasis kearifan lokal dapat meningkatkan motivasi guru dan siswa, memperkuat hubungan harmonis antara warga sekolah, serta mendorong inovasi dalam dunia pendidikan dan modul pelatihan pengembangan diri kepala sekolah. Hal ini diperkuat dengan data survei yang menunjukkan tingginya pengaruh nilai lokal terhadap efektivitas kepemimpinan di sekolah.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para peserta. Kepala UPT SD Negeri 113 Inpres Laikang, Wahyuni, M.Pd, selaku tuan rumah sekaligus perwakilan kepala sekolah, menyampaikan apresiasi atas pelatihan yang digelar UNM. Menurutnya, pelatihan ini membuka wawasan baru bagi kepala sekolah dan guru dalam memadukan budaya lokal dengan pengelolaan pendidikan yang modern.
Dengan pelatihan ini, UNM berharap para pendidik di Takalar dapat menjadi pemimpin yang tidak hanya profesional, tetapi juga mampu mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal dalam membangun pendidikan yang berkarakter dan berbudaya.
Suherman Tangngaji











