BANTEN, SEKINDO – Sebagai upaya mengurangi dampak perubahan iklim, mahasiswa FIK dan FMIPA Universitas Indonesia (UI) ajak masyarakat Desa Sukarame melalui program pengelolaan limbah plastik dalam kegiatan bertajuk “EPIK 2024: Edukasi Pembuatan Ecobrick (batu bata ramah lingkungan)” melalui skema Hibah Kepedulian Masyarakat 2024 yang didanai oleh Direktorat Kemahasiswaan (Dirmawa) UI.
Kegiatan ini diinisiasi oleh 8 mahasiswa UI yang terdaftar dalam program Sarjana dan Pascasarjana Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK) dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Pengabdian masyarakat yang dibimbing Ns. Suryane Sulistiana Susanti, M.A., Ph.D dosen FIK UI ini diselenggarakan di desa Sukarame 12-13 Agustus 2024 dengan mengikutsertakan 30 masyarakat desa dan dihadiri oleh sejumlah perangkat desa.

Turut hadir mendukung Bapak Afud selaku ketua desa wisata, Bapak Hasan Basri selaku direktur eksekutif Badan Usaha Milik Desa Selat Sunda Sukarame, dan Bapak Luqmanul Hakim selaku perwakilan Dinas Lingkungan Hidup.
Kegiatan dimulai dengan edukasi dan demonstrasi pembuatan ecobrick pada hari pertama dan dilanjutkan dengan kegiatan lomba pembuatan ecobrick pada hari kedua. Kegiatan ini dilaksanakan secara kelompok dengan penilaian meliputi kepadatan, kebersihan, dan jumlah ecobrick yang mampu dibuat dalam rentang waktu 90 menit. Antusiasme peserta pada perlombaan ini dibuktikan dengan ketercapaian jumlah ecobrick sebanyak 25 botol. Ecobrick ini nantinya akan dirakit menjadi meja atau kursi.

Dijadikannya Desa Sukarame sebagai desa wisata meningkatkan jumlah produksi limbah plastik yang berlebih terutama sekitar pantai. Pengelolaan limbah plastik yang kurang tepat tentunya menyebabkan masalah kesehatan lebih lanjut. Terlebih lagi, pengolahan limbah plastik dalam bentuk ecobrick belum pernah dilakukan sebelumnya di Desa Sukarame.
“Dengan dicetuskannya program ini, diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pengolahan limbah plastik yang berdampak pada estetika desa” ujar Bapak Hasan Basri. Ibu Entin, selaku kader Desa Sukarame turut menyampaikan “selama ini masyarakat suka buang sampah ke kali atau perairan, jadi kalau hujan suka mampet, dengan adanya ecobrick ini, harapannya bisa meningkatkan kebersihan lingkungan”.
Tingginya antusiasme masyarakat terhadap manfaat ecobrick membawa harapan baru terhadap pembentukan kelompok bank sampah desa Sukarame sebagai upaya keberlanjutan program. Hal ini dilakukan sebagai upaya agar masyarakat desa Sukarame mendapatkan pembinaan secara langsung dari Pemerintah Provinsi Banten dalam pengelolaan sampah di lingkungan serta mampu memberikan nilai ekonomi.











