Hot NewsHuKrim

Memasuki hari ke-8, SPOB Rezki Ifah Masih Sandar di Perairan Air Anyir, Pihak ABK Diduga Menghilang

×

Memasuki hari ke-8, SPOB Rezki Ifah Masih Sandar di Perairan Air Anyir, Pihak ABK Diduga Menghilang

Sebarkan artikel ini

BANGKA-Memasuki hari ke delapan SPOB Rezki Ifah sandar di perairan Air Anyir. Dimana sejak masuk pada 22 Mei 2020 lalu, SPOB Rezki Ifah masih belum membongkar muatannya.

SPOB Bermuatan BBM Solar sebanyak 150KL asal Muba Sumsel tersebut. Dimana sebelumnya sudah membentang selang connecting pada Kamis (26/5/20) siang.

Click Here

Namun pada Sabtu (30/5/20) petang saat wartawan sekilasindo.com mendatangi lokasi sandar SPOB Rezki Ifah yang merupakan tempat sandar KIP Aishaah selang connecting tersebut sudah tidak terlihat.

Pihak ABK SPOB Rezki Ifah sendiri diduga menghilang Padahal sebelumnya Kapten SPOB Rezki Ifah bersedia memberikan sedikit informasi kepada wartawan.

Sebelumnya pada Kamis (26/5/20) Kepala KSOP Pangkalbalam Izuar memberikan keterangan bahwa kegiatan bongkar muatan BBM Rezki Ifah tersebut belum dapat dilakukan karena pihak KSOP belum mengeluarkan izin.

Lokasi tempat pendistribusian BBM Solar dari Kapal SPOB Rezki Ifah yang sebelumnya terbentang selang connecting sepanjang 100 meter, saat ini selang tersebut sudah tak terlihat, Sabtu (30/5/20).

BBM solar sebanyak 150 KL yang di-loading di Tanjung Api api yang diduga kuat berasal dari hasil penyulingan ilegal di Muba Sumsel.

Karena berdasarkan penelusuran wartawan menyebutkan bahwa BBM tersebut didapat dari saudara BDR, seorang oknum anggota Polda Sumsel yang merupakan pemain lama bisnis BBM asal sumur munyak rakyat di Muba.

Kepala KSOP Pangkalbalam Izuar saat dikonfirmasi BBC mengaku belum menandatangi surat izin bongkar hingga saat ini. Menurut Izuar, KSOP berwenang terkait fungsi keselamatan.

“Sampai saat ini kami belum keluarkan ijin bongkar, fungsi keselamatan apabila semua dokumen sudah lengkap dan memenuhi persyaratan, maka kapal kami berangkatkan. Untuk BBM itu wewenang kepolisian. Kalau Muatannya bermasalah itu tugas kepolisian,” jawab Izuar dalam pesan whatsapp nya kepada wartawan.

Terkait BBM 150 KL yang diangkut SPOB Rezki Ifah yang memasuki perairan alur pelabuhan Pangkalbalam pada 22 Mei 2020 lalu, awalnya berniat membongkar muatannya. Hal iniseperti diakui oleh Kapten SPOB Rezki Ifah yang telah membentang selang connecting ke darat sejauh lebih kurang 100 meter.

Menurut Kapten SPOB yang enggan menyebutkan namanya tersebut, saat itu pihaknya hanya tinggal menunggu izin aparat dan lainnya.

Ramainya pemberitaan terkait SPOB tersebut diduga mengurungkan niat para pemilik untuk bongkar muatannya.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *