Daerah

Khawatir, Tim Gugus Pasangkayu Tetap Bersatu Melawan Covid-19

×

Khawatir, Tim Gugus Pasangkayu Tetap Bersatu Melawan Covid-19

Sebarkan artikel ini

 

PASANGKAYU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasangkayu masih khawatir dan tetap waspada terkait penyebaran Corona Virus 19 (Covid-19), namun itu tidak menyurutkan Tim Gugus untuk tetap bersatu melawan Covid-19 di wilayah ujung utara di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar).

Click Here

Kepala Dinas Kominfo, Suri Fitria mengatakan, selalu dalam kekhawatiran, jadi kami tetap waspada terkait Covid-19, walaupun (kekhawatiran-red)
itu ada dikarena keterbatasan peralatan, namun saya yakin Tim Gugus Pasangkayu tetap bersatu melawan penyebaran wabah tersebut.

“Namun, kita harapkan mudah – mudahan di Kabupaten Pasangkayu aman dari Covid-19 dan kami juga menduga bahwa masih banyak Masyarakat yang tidak mengikuti aturan pemerintah dalam pencegahan (Covid-19-red) ini,” ujarnya.

Selain itu, Suri juga mengatakan, penjagaan di posko perbatasan kita lebih perketat, sehinggga wabah Covid-19 tidak mudah masuk di wilayah Pasangkayu dan ketika ada pelintas suhu badannya diatas 37 derajat akan segera mendapat perawatan.

“Ketika ada pelintas suhu badannya diatas 37 derajat, maka mendapat perawatan atau setidaknya kita antar ke rumahnya untuk isolasi mandiri dan tetap mendapat pengawasan dari Dinas Kesehatan setempat,” urainya.

Kepala Dinas Perhubungan Pasangkayu, Muh Yunus Alsam mengatakan, perlu juga kita pastikan bahwa ODP tersebut taat pada prosedur kesehatan, maka dari itu perlu diinstruksikan juga kepada pemerintah setempat untuk pro aktik dalam pengawasannya.

“Kita mengharapkan yang lebih proaktif adalah Kepala Dusun (Kadus), Kepala Desa (Kades), Kelurahan, Kecamatan, Polsek serta Danramil dan terakhir laporannya ke Pemkab atau Tim Gugus Covid-19, maka disitu perlu disiapkan patroli pengawasan atau peringatan khusus yang lebih tegas kepada masyarakat kita diseluruh wilayah Pasangkayu,” pintanya, Jum’at (04/04/2020).

Lebih lanjut disampaikan, bahwa Kadus, Kades, Kelurahan, Kecamatan, Polsek, Danramil ketika akan turun ke masyarakat, kiranya dapat mengingatkan warga walaupun dengan menggunakan pengeras suara jika itu ada atau (pengeras suara-red) Masjid dapat dimanfaatkan sebelum memasuki waktu Sholat.

“Jika itu memungkinkan, maka perlu juga dibuatkan Tim khusus bagi menangani dalam pengawasan penduduk yang baru datang dari luar daerah,” kata Yunus Alsam.

Reporter : Roy Mustari

 

 

Eksplorasi konten lain dari Sekilas Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan Membaca

%d