NABIRE- Fenomena Matahari HALO yang terjadi di Nabire Rabu Hari ini 25 Februari 2020 Terbentuk dari kristal-kristal Es dari awan cirrus pada ketingian 5 – 10 km.
“Cahaya Matahari di Refleksikan atau di biaskan oleh permukaan Es berbentuk Prisma sehingga Cahaya Matahari terpecah kedalam beberapa warna akibat efek udara dan dipantulkan kearah tertentu, ucap Eusebio Andronikos Sampe, selaku Koordinator Operasional Stasiun Meteorologi BMKG Nabire saat di temui di ruang Kerjanya Selasa, (25/02/2020).
Lanjut kata, Eusebio Andronikos Sampe, bahwa Fenomena Matahari Halo terjadi tanpa mengenal pada Bulan-bulan tertentu.
“Fenonema halo merupakan peristiwa alam yg bisa terjadi dan tidak bermakna Apa-apa atau kerusakan Mata Jadi Efek Pembiasaan Cahaya Matahari dari awan Cirrus tersebut sehingga terbentuk lingkaran seperti berbentuk cincin,” tuturnya.
Reporter Akbar











