HuKrim

Gara-gara Melapor Polisi, Keluarga Pelaku Usir Ibu dan Anaknya Dari Rumah

×

Gara-gara Melapor Polisi, Keluarga Pelaku Usir Ibu dan Anaknya Dari Rumah

Sebarkan artikel ini

 

Anggota Polsek Tiworo Tengah saat membantu Ibu Sulastri mengangkat barang

MUNA BARAT, SEKILASINDO.COM- Gara-gara melaporkan perbuatan pencabulan yang dilakukan AS terhadap anaknya ke Polisi, Keluarga pelaku mengusir ibu dan anaknya dari rumah, jum’at malam (22/02/2019).

Click Here

Istri Pelaku pencabulan, Sulastri Rahayu mengatakan sekitar jam 09.00 WITA, Ipar saya yakni Ibu Ernawati datang di rumah dan langsung berkata “buka pintunya, cepat buka pintu, kenapa kamu belum angkat dari rumah ini, saya tidak mau tau kamu harus angkat kaki dari rumah malam ini.Cepat kemasi barang-barangmu, terkecuali barang-barangnya suamimu.” Ucap Ernawati kepada istri pelaku.

Ia menambahkan, ketika itu saya lagi telponan dan tidak menghiraukan yang diucapkannya, ipar saya yakni Ernawati mengira saya merekam pembicaraannya tersebut, “kok rekam suaraku kha. Dan menjawab”saya tidak rekam suaramu setan. Dari situ dia marah, mendorong Kepala dan menjambak Kepala saya, karena emosi, saya mengatakan dia setan.”Dia mendorong Kepala dan menjabak Kepala saya, dan saya tidak melawan. Ujarnya.

Dikatakannya, Pertama yang mengusir itu ipar saya Darsono sekitar jam 06.00 WITA, berselang 15 menit Suami Ernawati yang Bekerja sebagai Polisi yakni Zulman datang dirumah mengusir saya dan terakhir istrinya Ernawati datang tadi malam ini. “Mereka bertiga itu datang mengusir saya keluar dari rumah.Ungkap Sulastri, Sabtu (23/02/2019).

Kata Sulastri, Pak Zulman sempat membisik agar tidak melaporkan tentang kasus pencabulan, hanya melaporkan tentang kekerasan saja.”Kita sembunyikan saja ini aib, kita laporkan saja tentang kekerasan. Coba pikir bagaimana masa depan anak dan nama baik keluarga. Ucap Zulman kepada Istri Pelaku.

Pada saat itu saya cuman menjawab “iya, ketika pak Zulman memberikan bikisikan tersebut, dan ketika saya mendatangi Polsek, salah satu Polisi menyarankan agar jangan takut, pertimbangkan baik-baik laporannya dan Polisi tersebut memberi waktu satu malam untuk saya berpikir, ujarnya

Untuk mengambil keputusan itu, saya pergi berkonsultasi kepada beberapa keluarga, dan mereka memberikan saran untuk melaporkan kejadian, karena dalam kasus ini saya di posisi Maju kena Mundur kena, karena semua aib yang disembunyikan pastinya akan diketahui juga.

Dari beberapa saran tersebut, saya berfikir memang benar, saya ini ibu dan melahirkannya. Maka saya berkesimpulan melaporkan kasus kekerasan dan pencabulan tersebut kepada polisi.”Saya adalah ibunya dan melahirkannya, saya harus melaporkan perbuatan bejat suami saya ke polisi.

Sulastri menyebut, karena saya tidak mengindahkan saran mereka untuk tidak melaporkan tentang pencabulan sehingga mereka mengusir kami berdua malam itu. Malam itu juga kami meninggalkan rumah, di bantu Anggota Polisi Polsek Tiworo Tengah mengangkat barang-barang.

Di tempat yang sama anak Sulastri sekaligus korban pencabulan berinisial RA mengatakan Bibi Ernawati datang dirumah dan mengusir kami dan memukul ibu saya. Dan Bibi erniwati sempat bilang “lapor saja Polisi, saya tidak takut.

Di tempat terpisah, Ibu Ernawati mengatakan saya datang dan mengusir mereka karena mereka sudah tidak mau berhubungan kepada keluarga suaminya.”Saya tidak memukulnya, cuman menjambak rambutnya karena saya kesal dan marah karena dia menyebut saya setan”.

Sesuai pesan suaminya agar barang-barangnya diamankan, untuk itu saya mengamankan barangnya seperti kulkas, TV dan Lospeker. Agar ketika kakak saya memerlukan uang, tinggal menjual barang-barang tersebut. tutupnya. (Acriel).

Eksplorasi konten lain dari Sekilas Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan Membaca

%d