BeritaNasional

TNI AD Percepat Pembangunan Jembatan Gantung, Desa Terisolasi di Aceh Segera Terhubung

×

TNI AD Percepat Pembangunan Jembatan Gantung, Desa Terisolasi di Aceh Segera Terhubung

Sebarkan artikel ini

Sekilasindonesia.id PIDIE — Pembangunan jembatan gantung menjadi langkah cepat pemerintah dalam menyambungkan kembali desa-desa yang terisolasi di Aceh akibat bencana alam yang terjadi pada akhir November lalu.

TNI Angkatan Darat (AD) terus mempercepat pembangunan jembatan gantung agar akses masyarakat segera terbuka dan aktivitas warga kembali normal.

Click Here

Pantauan di lapangan hingga Sabtu (31/1) menunjukkan progres pembangunan jembatan gantung di sejumlah desa terisolasi telah memasuki tahap akhir. Bahkan di beberapa lokasi, pembangunan tinggal menunggu penyelesaian akhir dan diperkirakan rampung dalam hitungan hari.

Di Desa Baro Yaman, Kecamatan Mutiara, Kabupaten Pidie, fondasi jembatan gantung telah berdiri kokoh.

Sejumlah personel TNI terlihat memperkuat fondasi dengan batu dan semen untuk memastikan konstruksi aman dan tahan lama.

Sementara itu, di Desa Blang Teurekan, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, anggota TNI bergotong royong mengangkat material batu sebagai bagian dari pembangunan fondasi jembatan gantung.

Kegiatan serupa juga dilakukan untuk membuka kembali akses di Desa Gampong Teungoh, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara.

Di wilayah lain, tepatnya di Blang Guron, sebuah gampong di Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, personel TNI tampak mengelas tiang-tiang penyangga utama jembatan gantung.

Progres signifikan juga terlihat di Desa Pante Kera, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur.

Di lokasi ini, sling jembatan telah terbentang dan siap dipasangi papan pijakan sehingga jembatan segera dapat difungsikan.

Kondisi hampir rampung juga terlihat di Desa Lubuk Sidup, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang.

Jembatan gantung telah terpasang dan personel TNI kini menyelesaikan bagian pengaman dengan memasang pembatas kiri dan kanan.

Hal serupa berlangsung pada pembangunan jembatan gantung penghubung Desa Sekerak Kiri dan Sekerak Kanan, Kecamatan Sekerak, di mana petugas tengah meratakan jalan menuju jembatan.

Adapun di Desa Burni Bius, Kecamatan Silihnara, Kabupaten Aceh Tengah, proses pembangunan masih difokuskan pada pembuatan fondasi. Pengecoran terus dilakukan agar konstruksi segera berdiri.

Pekerjaan fondasi juga berlangsung di Desa Burlah (Brawang Gajah), Kecamatan Ketol; Desa Owak, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah; serta Desa Meunasah Krueng, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen.

Sementara itu, di Desa Kajeung, Kecamatan Sungai Mas, Kabupaten Aceh Barat, pembangunan jembatan gantung tinggal tahap akhir berupa pemasangan papan pijakan.

Dalam beberapa hari ke depan, jembatan tersebut dipastikan sudah dapat digunakan oleh masyarakat.

Pembangunan jembatan gantung ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana serta mengembalikan akses transportasi, ekonomi, dan sosial masyarakat di berbagai daerah di Aceh.

Bagindo Yakub.