Sekilasindonesia.id PANGKALPINANG – CV AGA (Alkhalifi Global Anugerah) salah satu mitra kerja PT Timah Tbk, diduga kuat beroperasi diluar WIUP.
Pasalnya, para nelayan di Kecamatan Tanjung Bunga, Kota Pangkalpinang menyampaikan protes keras terkait aktivitas tambang, yang dilakukan oleh CV AGA.
”Kami sangat terganggu, karena kami harus memutar lebih jauh untuk pergi melaut,” ujar Ojeng (nama samaran) salah satu nelayan, di Tanjung Bunga, Selasa (6/1).
”Setau kami Pangkalpinang tidak boleh ada aktivitas tambang, kemana pemangku kepentingan? kami harap, aktivitas ini akan ditindak secara tegas,” tambahnya, dengan nada kesal.
Ditempat yang sama, nelayan lainnya juga ikut menentang aktivitas yang dilakukan CV AGA. Menurutnya, aktivitas tersebut menyulitkan mereka untuk mencari nafkah.
”Itu merupakan jalur kami untuk melaut, yang seharusnya kami bisa tempuh dengan 10 liter minyak, sekarang kami harus memutar dan memakan biaya minyak dua sampai tiga kali lipat,” keluh nelayan lainnya.
”Untuk pihak berwajib, kami meminta untuk menindak tegas, aktivitas tambang tersebut. Mulai dari Walikota, Satpol PP, aparat kepolisian dan khususnya untuk PT Timah, karena Pangkalpinang merupakan wilayah zero tambang,” pungkasnya.
Sementara itu, Walikota Pangkalpinang Saparudin, Kasat Pol PP Pangkalpinang, Kapolresta Pangkalpinang dan pihak CV masih terus dalam upaya konfirmasi.
Untuk diketahui, sebelumnya warga Kecamatan Tanjung Bunga menentang keras, dengan adanya aktivitas yang dilakukan CV AGA, Senin (5/1) kemarin.
”Kan sudah ditentukan batasnya, kok malah dilanggar, harusnya itu dikenakan sanksi, rusak laut kami, kalau dibiarkan terus. Takutnya yang lain juga ikut melanggar karena satu dibiarkan,” ujar warga kepada redaksi, dengan nada keras, Senin (5/1/2026).
”Emangnya aparat kepolisian yang berjaga kemana? tolonglah sikap tegasnya, jangan dibiarkan terus,” tegasnya. (Tim)
Ganggu Jalur Nelayan Mencari Nafkah, Ojeng: CV AGA Harus ditindak Tegas !!!











