Jeneponto, Sekilas Indonesia — Bupati Jeneponto beserta Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jeneponto melakukan kunjungan kerja ke PT Garam dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, Selasa 9/12/2025.
Tujuan utama kunjungan ini adalah menjajaki peluang hilirisasi garam rakyat menjadi garam industri serta menarik investasi sektor garam ke Jeneponto, guna mendukung target kemandirian garam nasional tahun 2027.
Pada kunjungan pertama ke PT Garam, delegasi Jeneponto mendiskusikan langkah-langkah untuk mengembangkan hilirisasi garam.
Menurut rencana pemerintah pusat, tahun 2027 tidak akan ada lagi impor garam, sehingga kebutuhan garam dalam negeri yang mencapai 7 juta ton harus terpenuhi oleh petambak garam lokal.
Saat ini, produksi garam nasional hanya sekitar 3 juta ton — artinya masih ada kekurangan sebesar 4 juta ton.
Kabupaten Jeneponto berharap bisa menjadi salah satu pemasok yang mengisi kekurangan produksi tersebut, mengingat potensi lahan tambak garam yang melimpah di daerahnya.
Setelah mengunjungi PT Garam, kunjungan dilanjutkan ke Pemkab Gresik, terutama ke Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Gresik.
Di sinilah delegasi Jeneponto menjajaki kemungkinan pelaku usaha di Gresik untuk berinvestasi di Kabupaten Jeneponto, khususnya di sektor garam industri.
“Berdasarkan kunjungan ini, saya menyampaikan potensi Jeneponto sebagai destinasi investasi yang menjanjikan,” ujar Bupati Jeneponto dalam pertemuan.
Ia menekankan letak geografis Jeneponto yang strategis, jalur logistik yang lancar, serta sudah adanya penetapan kawasan peruntukan industri di Kecamatan Bangkala.
“Kami berharap pelaku usaha di Gresik tertarik untuk berkolaborasi dan membangun unit produksi garam industri di Jeneponto, sehingga bersama-sama kita bisa mendukung kemandirian garam nasional dan meningkatkan perekonomian lokal,” tambahnya.
Pihak DPMPTSP Gresik merespons positif usulan tersebut dan menjanjikan akan memfasilitasi pertemuan antara pengusaha Gresik dengan pemangku kepentingan di Jeneponto.
Delegasi Jeneponto juga berjanji akan menyediakan fasilitas dan dukungan regulasi yang memudahkan bagi investor yang ingin memasuki sektor garam di daerahnya.
(Amrianto)











