Pendidikan

Upt SD 176 Inpres Lengkese II Gelar Upacara Dengan Pakai Baju Adat Bugis-Makassar Rayakan Hari Guru Nasional

×

Upt SD 176 Inpres Lengkese II Gelar Upacara Dengan Pakai Baju Adat Bugis-Makassar Rayakan Hari Guru Nasional

Sebarkan artikel ini

TAKALAR – UPT SD 176 Inpres Lengkese II, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, merayakan Hari Guru Nasional dengan cara yang istimewa dan sarat makna, Selasa (25/11/2025). Seluruh guru dan siswa kompak mengenakan pakaian adat Bugis-Makassar sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pendidik serta kecintaan pada budaya daerah.

Kepala UPT SD 176 Inpres Lengkese II, Siti Halimah, S.Pd., mengungkapkan bahwa penggunaan pakaian adat dalam upacara bendera kali ini bukan hanya sebagai simbol budaya, tetapi juga wujud rasa terima kasih kepada para guru yang terus mengabdikan diri demi kemajuan pendidikan. Menurutnya, guru adalah teladan yang layak dihormati setiap hari, bukan hanya pada momen peringatan.

Click Here

Dalam sambutannya, Siti Halimah menegaskan bahwa Hari Guru Nasional merupakan momentum refleksi bagi seluruh warga sekolah. “Ini bukan sekadar seremoni, tetapi kesempatan untuk memperkuat rasa hormat dan penghargaan terhadap profesi guru sebagai pilar utama pembangunan generasi bangsa,” ujarnya.

Suasana peringatan semakin meriah dengan penampilan siswa yang membawakan lagu “Terima Kasih Guru” serta menyampaikan ucapan penghormatan kepada para pendidik. Aksi para siswa ini berhasil memukau tamu undangan dan seluruh peserta upacara berkat kekompakan dan semangat yang mereka tunjukkan.

Melalui perayaan ini, UPT SD 176 Inpres Lengkese II berharap nilai-nilai Hari Guru Nasional dapat semakin menanamkan kebanggaan terhadap budaya daerah serta mempererat hubungan antara guru dan siswa. Pihak sekolah juga mendorong agar kegiatan bernuansa budaya seperti ini terus dilestarikan untuk memperkaya pengalaman belajar.

Kegiatan penuh makna ini menjadi bukti bahwa pendidikan bukan hanya soal akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kecintaan terhadap budaya lokal yang harus terus dijaga.

 

Suherman Tangngaji