Kesehatan

UPT Puskesmas Kepulauan Tanakeke Gencar Edukasi Warga tentang Bahaya dan Pengobatan TB Paru

×

UPT Puskesmas Kepulauan Tanakeke Gencar Edukasi Warga tentang Bahaya dan Pengobatan TB Paru

Sebarkan artikel ini

TAKALAR — UPT Puskesmas Kepulauan Kecamatan Tanakeke terus melakukan upaya edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya mengenali serta mencegah penularan penyakit Tuberkulosis (TB) Paru. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen tenaga kesehatan setempat dalam menekan angka kasus TB di wilayah kepulauan yang relatif sulit dijangkau.

Kepala UPT Puskesmas Kepulauan Tanakeke, Hj. Hadriyani, S.St., menjelaskan bahwa TB Paru adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini dapat menular melalui udara ketika penderita batuk atau bersin. “Gejala yang perlu diwaspadai antara lain demam lebih dari satu minggu, sesak napas, nyeri dada, batuk lebih dari dua minggu, batuk bercampur darah, penurunan berat badan, serta sering berkeringat di malam hari,” ungkapnya.

Click Here

Ia menambahkan, pengobatan TB Paru dibagi dalam dua fase, yaitu fase awal selama dua bulan dan fase lanjutan selama empat bulan, sehingga total pengobatan berlangsung selama enam bulan. “Penderita wajib disiplin dalam menjalani pengobatan hingga tuntas agar tidak terjadi resistansi obat,” jelasnya.

Adapun jenis obat yang digunakan dalam pengobatan TB antara lain Rifampisin, Isoniazid, Pireksinamid, dan Etambutol. Keempat kombinasi obat ini diberikan secara teratur sesuai petunjuk tenaga medis di puskesmas.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, Puskesmas Kepulauan Tanakeke berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya deteksi dini dan pengobatan TB Paru. “Jika mengalami gejala-gejala tersebut, segera periksakan diri ke puskesmas terdekat agar dapat ditangani lebih cepat,” tutup Hj. Hadriyani.