DaerahHot NewsHuKrim

KPHP dan Dishut Babel Harus Buktikan Keberadaan 8 Excavator di HL bukan Hoax

×

KPHP dan Dishut Babel Harus Buktikan Keberadaan 8 Excavator di HL bukan Hoax

Sebarkan artikel ini
Ketua LPM Babe,  Ferry Irawan

PANGKALPINANG-Ketua Mada LMP Bangka Belitung, Ferry Irawan akan meminta pihak Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Jebu Bemban Antan untuk membuktikan bahwa kabar yang tersiar di berbagai media online yang membantah pemberitaan soal keberadaan 8 unit excavator di kawasan HL wilayah Pasir Panjang dan Tambang Besar Ketap.

Pasalnya dalam pemberitaan awal, terungkapnya keberadaan 8 unit PC atau excavator di kawasan HL Kecamatan Parittiga Bangka Barat tersebut merupakan giat dari tim Polhut dari KPHP pada Kamis (2/3/20) lalu.

Click Here

Hal ini disampaikan oleh Ferry Jumat (3/3/20) malam melalui sambungan telepon dengan salah seorang anggota Forwaka. Pasalnya dalam berita yang dimuat menyebutkan bahwa Forwaka menyebarkan berita bohong alias hoax.

Personil KPHP dan wartawan dari Forwaka saat turun ke lokasi dan mendapati beberapa alat berat (excavator) sedang beroperasi di hutan lindung Desa Ketap, Kecamatan Parittiga Kabupaten Bangka Barat, Kamis (2/4/2020) KPHP dan Dishut Babel.

Kalau saya selaku ketua LMP sangat yakin dengan apa yang diberitakan oleh rekan-rekan media yang tergabung dalam Forwaka. Karena selain dalam berita tersebut jelas sekali bahwa wartawan anggota mereka saat itu ikut bersama Tim Polhut dari KPHP.

Dan jelas ada konfirmasi dari dan sikap dari pihak KPHP atas temuan sida tersebut. Namun dengan adanya berita tandingan yang mengatakan bahwa itu hoax, sebagai institusi pemerintah pihak KPHP harus memberikan klarifikasi. Dan kami akan jemput bola untuk meminta klarifikasi tersebut,” tegas Ferry.

Polhut KPHP dan wartawan dari Forwaka Babel saat rehat di sekitar lokasi penambangan ilegal di Kawasan HL, Kamis (2/4).

Tak hanya KPHP, Dinas Kehutan Provinsi Babel yang membawahi KPHP pun menurut Ferry harus bertanggung jawab memberikan kejelasan fakta sebenarnya. Karena menurutnya jika tidak, masyarakat akan terkena dampak mengkonsumsi berita tidak benar.

Secepatnya LMP akan mendatangi Dishut Babel. Mereka juga harus memberikan kejelasan atas apa yang terjadi.

Masyarakat akan bingung mana media yang memberitakan sebenarnya dan mana yang tidak. Ini penting dan sebagai referensi masyarakat mana media yang benar dan yang tidak,” Tandasnya.

(red/tim)

Eksplorasi konten lain dari Sekilas Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan Membaca

%d