DaerahHot News

Front Masyarakat Berlawan : Tolak RUU Omnibus Law

×

Front Masyarakat Berlawan : Tolak RUU Omnibus Law

Sebarkan artikel ini

MAKASSAR – Masyarakat beberapa pekan ini digegerkan dengan rancangan undang-undang yang begitu kontroversial di kalangan masyarakat secara umum.

Bagaimana tidak, rancangan undang-undang Omnibus Law, yang salah satunya “RUU Cipta Kerja” begitu meresahkan kalangan pekerja dan tidak berpihak kepada kelas buruh.

Click Here

Beberapa Mahasiswa, Pemuda, dan Masyarakat, yang tergabung dalam “Front Masyarakat Berlawan” melakukan aksi unjuk rasa terkait dengan penolakan terhadap Omnibus Law.

Mereka melakukan aksi unjuk rasa tepat di Batas Kota, Gowa-Makassar dengan jumlah massa aksi sekitar 35 orang, Jum’at (13/3/2020) sekitar pukul 13.00 WITA.

“Rancangan undang-undang Omnibus Law, akan sangat menyengsarakan rakyat kecil, karna condong kepada kepentingan kelas borjuasi, maka dari itu, kami dari Front Masyarakat Berlawan, menolak dengan tegas RUU Cipta Kerja”, Kata Jendral Lapangan, Muh. Nurhidayat S.

Setiba di lokasi aksi, para massa aksi membawa beberapa ban bekas, kemudian dilanjutkan dengan orasi ilmiah dari jendral lapangan. Selang beberapa menit setelah ban bekas terbakar, aparat kepolisian yang berjaga di area sekitar memadamkan ban tersebut karna dianggap menambah kemacetan.

Hal tersebut membuat massa aksi geram, saling dorong pun terjadi dengan pihak kemanan dalam waktu yang cukup lama. Hingga hal tersebut mengakibatkan arus lalu lintas Gowa-Makassar nyaris lumpuh total.

Awak media yang ada di sekitar area mengabadikan momen tersebut. Tak sedikit pula masyarakat yang tertarik akan aksi demonstrasi yang dilakukan kali ini.

Setelah keadaan kembali kondusif, Jendral Lapangan menyampaikan orasi ilmiahnya, diikuti koordinator lapangan, serta massa aksi selanjutnya.

Aksi unjuk rasa kali ini, diwarnai teatrikal yang menunjukkan gambaran kejamnya Omnibus Law yang begitu merugikan masyarakat. Beberapa massa aksi berlakon dengan menggunakan cat berwarna merah dan hitam.

Tak hanya itu, gesekan serta saling dorong terjadi beberapa kali antara polisi dan massa aksi di tengah orasi ilmiah yang sedang berjalan.

“Jangan pernah berani mengintervensi gerakan yang kami lakukan, karna aksi kami semata-mata untuk kepentingan rakyat indonesia, rakyat kecil yang merintih dan berdarah setiap hari”, Ucap Misbahuddin selaku Koordinator Lapangan.

Front Masyarakat Berlawan pun kemudian melanjutkan orasi ilmiah, petugas kepolisian pun mengkawal aksi demonstrasi ini hingga usai.

“Aksi kami akan terus berlanjut, hingga tuntutan kami, penolakan tegas terhadap Omnibus Law diindahkan oleh pemerintah yang berwenang”, tegas Jendral Lapangan dalam orasi terakhirnya.

Eksplorasi konten lain dari Sekilas Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan Membaca

%d