Daerah

Kadis PUPR Pemkot Pangkalpinang Beberkan Penanganan Banjir

×

Kadis PUPR Pemkot Pangkalpinang Beberkan Penanganan Banjir

Sebarkan artikel ini

PANGKAL PINANG – Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Pemerintah Kota Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2020 ini selain akan membangun Proyek Jembatan Gantung juga memilki program strategis yaitu apa yang menjadi fokus utama dan harapan bagi warga Kota Pangkalpinang adalah tentang Penanganan banjir, Rabu (05/02/2020).

Kadis PUPR Pemkot Pangkalpinang, Suparlan, mengatakan, untuk penanganan banjir atau genangan air yang berada di beberapa titik kawasan pemukiman Warga Kota Pangkalpinang hingga saat ini pihak PUPR Kota Pangkalpinang sudah berhasil melaksanakan kegiatan tersebut mencapai 68% pada tahun 2020.

Click Here

“Ini termasuk pengerjaan normalisasi, rehabilisasi saluran, dan pembangunan saluran baru itu kan bagian dari penangan banjir,” ujar Suparlan, saat ditemui di ruang kerjanya, pada Rabu (05/02/2020).

Masih kata Suparlan, yang paling mendasar adalah untuk skala kota kan sudah jelas sampah saat ini sudah ditangani oleh kelurahan masing-masing karena setiap kelurahan kota Pangkalpinang sudah disediakan mobil khusus untuk mengangkut sampah artinya tinggal Pemerintah Kota Pangkalpinang mencari solusi – solusi lain.

Menurutnya, banjir itu tidak bisa untuk Pangkalpinang ini menjadikan harus bebas sebebasnya tapi hanya bisa dilakukan adalah untuk pengurangan banjir
saja, karena apa? Karena gara-gara deratan terendah itu dibawah permukaan air pasang laut jadi dak pacak, jika hujan turun tetap la ada genangan air kalau mempercepat aliran genangan itu atau durasi genangan itu dari tiga jam menjadi satu jam setengah bisa dengan pompanisasi. nah tahun ini kita mengadakan pompanisasi dan tahun depan juga mengadakan pompanisasi berikut rumah pompa kita siapkan.

“Nah bagaimana ketika hujan kemudian air sudah mulai tinggi, saluran sudah penuh maka yang harus kita lakukan adalah start pompa lalu buang ke sungai rangkui jika terjadi genangan air dari jalan balai,” ucapnya.

Sebenarnya, lanjut Suparlan, kampung bintang itu tidak terjadi genangan air yang tinggi jika tidak banyak ditutup saluran airnya oleh bangunan rumah. dan apabila kampung bintang terjadi genangan air itu maka langsung dipompa lalu dibuang ke sungai pedindang artinya siapkan saja pompanya.

Ditanya, ada beberapa titik yang rawan banjir itu atau kawasan yang mengalami genangan air pada daratan rendah di Kota Pangkapinang? Suparlan pun menjawab.

“Pokoknya banyak, karena di beberapa titik utama tersebut dikawasan daratan terendah yang mengalami genangan air atau banjir di wilayah Kota Pangkalpinang,” jawab Suparlan.

Jadi, lanjutnya, terjadinya genangan air atau banjir di wilayah Kota Pangkalpinang itu diakibatkan karena saluran pembangunan air banyak ditutup oleh bangunan-bangunan milik rumah warga.

Selain itu, Suparlan, menegaskan bahwa akan ada Investor dari Korea yang akan membantu penanganan banjir khususnya di wilayah Kota Pangkalpinang ini sesuai master plan yang dicanangkan oleh Pemkot itu sendiri.

“Doakan saja dana bantuan pusat untuk pembangunan dalam penanganan banjir tersebut segera dikucurkan alias cair sehingga apa yang telah dicanangkan oleh Pemkot Pangkalpinang itu sendiri dapat terwujudkan seperti yang diharapkan,” harapnya.

Sementar itu, Program strategis penanganan lainnya adalah berkaitan dengan membuat kolam revalisasi atau kolam retensi tahun ini, tahun depan dan selanjutnya yang sudah dibebaskan kemudian baru kita action kegiatan fisik membuat kolam retensi dibeberapa titik dalam menangani genangan air diwilayah Kota Pangkalpinang. akan tetapi untuk pembangunan normalisasi itu tetap jalan terus.

Untuk pusat tahun ini ade long korea yang berkaitan dengan masalah master banjir, artinya kalau sudah selesai disusun oleh master banjir itu, kemungkinan pada tahun 2021 nanti ada proyek pusat dari APBN masuk ke kita melalui balai karena DID nya sudah dibuat oleh,’ long Korea’.

“Nah, itu kan ada dana ‘long Korea’ masuk ke Pemkot Kota Pangkalpinang 2021-2022 nantinya. sekarang ini hanya kegiatan pompanisasi dan normalisasi yang tetap berjalan. Sedangkan kegiatan yang lainnya oleh Dinas PUPR Kota Pangkalpinang itu berjalan dengan lancar seperti biasanya tidak ada hambatan,” tandasnya.

Keinginan kami dari pihak Dinas PUPR Kota Pangkalpinang menganggarkan dana untuk kegiatan yang kami butuhkan itu sebenarnya minimal totalnya tiga ratus milyar namun tahun ini anggaran kami berkisar hanya seratus enam belas milyar saja tapi kita maklumi karena APBD kita saat ini tidak mampu.

“Harapan kedepannya agar APBD kita bertambah meningkat nanti, bantuan dana pusat dari APBN ada dan secepatnya turun ke Pemkot Pangkalpinang sehingga bisa mempercepat dalam penanganan laju banjir ini dan dapat diatasi dengan segera,” pungkas Kadis PUPR Pemkot Pangkalpinang.

Reporter: Budi

Eksplorasi konten lain dari Sekilas Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan Membaca

%d