PANGKALPINANG– Pemerintah Kota Pangkalpinang menegaskan komitmennya mempercepat realisasi anggaran jelang akhir tahun 2025. Hal itu disampaikan Asisten Pemerintahan dan Pembangunan Setda Kota Pangkalpinang, Juhaini, saat mewakili Wali Kota dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar secara virtual dari Ruang Smart Room Center, Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Senin (20/10/2025).
Rakor tersebut membahas arahan pemerintah pusat terkait percepatan realisasi belanja daerah serta penguatan pertumbuhan ekonomi menjelang penutupan tahun anggaran.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan pentingnya percepatan belanja pemerintah daerah untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional. “Kinerja keuangan nasional hingga saat ini mencatat pendapatan sebesar 70,70 persen dan belanja sebesar 56,07 persen,” katanya dalam rapat tersebut.
Sementara Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi daerah digerakkan oleh dua mesin utama: pemerintah dan sektor swasta. “Sinergi keduanya menjadi faktor kunci menjaga stabilitas ekonomi di daerah,” ujarnya.
Menkeu juga melaporkan, pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II tahun 2025 mencapai 5,12 persen dengan tingkat inflasi 2,65 persen. Kota Pangkalpinang disebut sebagai salah satu daerah dengan realisasi keuangan tertinggi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Pemerintah pusat memberikan tiga fokus utama bagi pemerintah daerah dalam 90 hari ke depan, yakni efisiensi pengelolaan dana di perbankan, percepatan realisasi belanja berkualitas, serta penguatan tata kelola dan integritas pemerintahan.
Juhaini memastikan Pemkot Pangkalpinang siap menjalankan arahan tersebut. “Kami akan mempercepat penyelesaian kegiatan dan anggaran agar target pembangunan dapat tercapai sesuai rencana,” ujar Juhaini.
Ia menambahkan, pihaknya akan terus mengevaluasi dan memantau penyerapan anggaran. “Langkah ini penting agar pelaksanaan program berjalan optimal hingga penutupan tahun anggaran,” pungkasnya.











