JENEPONTO – Perketat Protokol Kesehatan, Sekolah kembali Dibuka secara terbatas sejumlah siswa mengikuti kegiatan belajar tatap muka di Sekolah di Kabupaten Jeneponto.
Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah sudah mulai dibuka, seperti Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Binamu.
Hal ini dilakukan, terkait dengan PTM terbatas, berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) melalui empat Kementrian yang beredar dan hasil kordinasi dari kepala dinas pendidikan kabupaten jeneponto, mulai hari senin sudah bisa melakukan tatap muka secara terbatas tetap mengedepankan Protokol Kesehatan.
“Alhamdulillah, yang bisa membuka sekolah Pembelajaran Tatap Muka terbatas, Namun sekolah yang sudah melakukan Vaksin kedua baik guru dan pegawai,” Kata Kepala Sekolah SMPN 2 Binamu Basri, Kepala Awak media di ruang Kerjanya. Senin (5/4/2021).
Pihaknya, juga mengaku sudah melakukan berbagai proses kesediannya dalam pembelajaran tatap muka, mulai dari proses awal dengan melakukan swab, pembagian masker, penyiapan tempat cuci tangan tiap kelas dan pintu masuk, kesedihan termometer dan jaga jarak.
“Jadi sebelum, PTM dilakukan kita persediakan apa-apa yang perlu dipersiapkan disekolah, bahkan bangku pun diruanga kita tata sesuai jarak,” bebernya.
Basri pun menyampaikan, dalam pelaksanaan belajar tatap muka bagi siswanya juga dilakukan secara bergiliran.
“Berdasarkan hasil rapat diMKKS dan SOP, maksimal didalam kelas itu 16 orang siswa dan dibagi dua nanti besok lagi masuk,” sebutnya.
Namun, dilaksanakan pembelajaran tatap muka bagi siswa yang hadir dihari pertama masih banyak yang belum melakukan tatap muka. Baginya berharap untuk memikirkan bersama sama untuk meningkatkan kembali minat belajar di sekolah bagi siswa.
“Kita sudah melakukan rapat bersama di sekolah, kita kembali mengaktifkan Ekstra, tetapi tetap mengedepankan Protokol kesehatan,” ucapnya Kepsek SMPN 2 Binamu itu.
Bagi siswa yang ingin melakukan belajar tatap muka harus menggunakan masker, mematuhi Protokol kesehatan disekolah, kata dia, bagi siswa yang juga tidak bisa datang disekolah harus melakukan pembelajaran lewat Class Meting atau Lewat Daring.
“Dan kami tidak memaksa untuk belajar tatap muka, tapi siswa harus ikut pembelajaran daring, karna kita juga disini masih jalankan pembelajaran lewat Daring dan Luring tatap muka terbatas,” pungkas Basri.
Nampak terlihat disekolah, mulai dari jalan masuk nampak tempat cuci tangan dan sabun disediakan. Diruang kelas pun bangku ditata sesuai jarak bahkan bangku pun ditandai dengan memberikan Kode X.
Dijumpai diruang kelasnya, siswa kelas sembilang, Siti Nurhaliza (14), mengaku senang bisa masuk sekolah lagi seperti biasa. Pembelajaran tatap muka memudahkannya lebih paham mendengar materi yang diberikan dan bisa bertemu dengan teman teman.
Ia mengaku selama belajar daring atau online, banyak kendala, seperti penggunaan data dan kalaw lewat tatap muka tidak menggunakan data. Namun baginya harus tetap mengedepankan Protokol kesehatan seperti memakai masker.
“Bahagia dan senang, baru pertama kali lagi belajar tatap muka dan buat teman teman tetap semangat belajar walapun dimasa pandemik, namun tetap kedepan Protokol kesehatan,” Ajak Siti Nurhaliza Ramadhani.
(Firmansyah)











