Daerah

Aktivis Desak Pembangunan USB SMK Segera Diselesaikan

×

Aktivis Desak Pembangunan USB SMK Segera Diselesaikan

Sebarkan artikel ini

LEBAK , SEKILASINDO.COM – Aktivis Baksel mendesak agar pembangunan USB SMK Wanasalam segera diselesaikan, pasalnya bangunan tersebut dibutuhkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pendidikan kejuruan tingkat menengah yang belum ada di Kecamatan Wanasalam. Bangunan yang seharusnya selesai akhir tahun 2018 tersebut justru mangkrak akibat tidak terselesaikan oleh pihak kontraktor.

Click Here

Uce Saepudin atau yang kerap disapa Bucek, aktivis Baksel dari GEMPAR (Gerakan Pemuda Pembaharuan) saat ditemui oleh awak media menuturkan dirinya mengawasi pembangunan USB SMK Wanasalam dari awal dan sudah memprediksi pembangunan tidak akan selesai sesuai kontrak.

“Dari awal kami awasi dan ikuti perkembangan bangunan tersebut, dan kami sudah prediksi tidak akan selesai sesuai kontrak, karena kami lihat pengerjaan proyek terbilang lambat,” ujarnya kepada wartawan sekilasindo.com pada Senin (24/06/2019)

Menurutnya, hasil pengamatan dilapangan, proyek tersebut dihentikan dan akan dilakukan tender ulang.

“Terakhir menurut pihak konsultan pengawas dari Mitra Desain Engineering yang kami temui di lokasi, proyek tersebut dihentikan dengan biaya terpasang, klaimnya sih progres terakhir sudah mencapai 65%, di cut dan akan dilakukan tender ulang,” ungkap Bucek.

Masih kata Bucek, hal tersebut karena Gubernur Banten menegaskan semua proyek harus selesai pada akhir tahun.

“Jadi waktu itu karena Gubernur Banten menegaskan agar semua proyek harus selesai akhir tahun, sedangkan pihak kontraktor waktu itu tidak dapat menyelesaikan sesuai waktu kontrak yang ditentukan, bahkan sempat kami dengar mereka meminta Addendum perpanjangan waktu dan tetap tidak terselesaikan, maka dihentikan ya dengan biaya terpasang itu tadi,” terangnya.

Masih kata Bucek, yang menegaskan agar bangunan tersebut segera dikerjakan dan tidak terulang kembali kejadian mangkrak.

“Kami mendesak agar proyek tersebut segera diselesaikan mengingat waktu dan tempat pengerjaan proyek, karena selain dibutuhkan oleh masyarakat, kami ingin agar hal ini tidak terulang kembali, dan juga tentunya kontraktor yang tidak dapat menyelesaikan pengerjaan sebelumnya harus diberi sanksi atau blacklist perusahaan,” tandasnya.
**(Usep)

Eksplorasi konten lain dari Sekilas Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan Membaca

%d