Hot NewsNasional

Misbakhul Munir SH. MH, Minta Disprindag Pandeglang Stabilkan Harga Elpiji Yang Meroket

×

Misbakhul Munir SH. MH, Minta Disprindag Pandeglang Stabilkan Harga Elpiji Yang Meroket

Sebarkan artikel ini
Misbakhul Munir SH. MH, post by Sekilas Indonesia.Com

PANDEGLANG,SEKILASINDO.COM —Misbakhul Munir yang memiliki jiwa sosial dan peduli terhadap sesama terutama masyarakat yang tidak mampu, meminta Kepada Disprindag Kabupaten Pandeglang agar memberikan peringatan keras kepada para pengusaha pangkalan supaya tidak menjual gas elpiji 3 kg (bersubsidi), melebihi HET (Harga Eceran Tertinggi) yang ditetapkan pemerintah.

Jika ada pangkalan yang melanggar ketentuan tersebut,  Surat Keterangan Usaha (SKU) pangkalannya dicabut dan  tidak boleh di beri pasokan barang dari Pertamina lagi. Tegas Misbakhul Munir itu

Click Here

Menurut Misbakhul Munir SH MH. Hal ini,  karena cukup banyak pangkalan yang menjual Elpiji 3 kg diatas HET Rp 15.700 per tabung. Bahkan kabar ramainya pemberitaan soal harga yang melebihi aturan atau meroket ini akan memberatkan masyarakat yang tidak mampu.

“Setiap Pangkalan Padahal, di plang pangkalan jelas-jelas terpampang HET-nya Rp 15.700 per tabung,” katanya.

Mereka (Penjual) berdalih, menaikan harga dari HET, di antaranya untuk mengganti ongkos transport karena barangnya langsung dikirim ke warung eceran. Padahal, warung tersebut binaan mereka. Sudah menjadi aturan dan kewajiban pangkalan, barangnya harus diantar langsung ke warung binaannya, tanpa memungut lagi ongkos transport.

“Pangkalan juga kan binaan agen. Agen pun mengantar barangnya sampai ke tempat pangkalan. Jadi, tidak ada alasan,  elpiji 3 kg bersubsidi harus dijual sesuai HET Rp 15.700. Apalagi dengan HET sebesar itu, pangkalan sudah mengantongi keuntungan,” ucapnya.

Misbak menyebutkan, akibat harga elpiji di pangkalan dijual di atas HET, dampaknya harga di warung eceran pun meroket hingga memberatkan masyarakat tidak mampu. Harga eceran di warung rata-rata lebih dari Rp 23.000 per tabung. Ada yang Rp 25.000, bahkan

Di wilayah Sindangresmi seperti dikutip dari online penabanten.com harganya menembus Rp 30.000 per tabung.

Tindakan tersebut, jelas melanggar aturan. “Kalau dihitung, selisih dari  HET sampai harga di tangan konsumen begitu besar, sehingga memberatkan warga miskin yang menjadi sasaran subsidi. Saya akan meminta langsung kepada Pertamina,  jika ada pangkalan yang melanggar HET, segera cabut SKU-nya,”  tegasnya.

Selain itu, dirinya mengaku telah mendengar soal harga eceran yang di jual di warung-warung bukan hanya di sindangresmi di se-kabupaten Pandeglang harganya sama tembus Rp. 25.000 sampai Rp. 30.000 per tabung.

“Jelang Hari raya Idul Fitri ini,saya berharap tidak ada lagi kelangkaan Elpiji 3 Kg lagi, dan menghimbau kepada seluruh Pangkalan untuk tidak menjual Elpiji 3 kg terlalu mahal,” imbuhnya.

Sementara Kepala Disperindag dan ESDM Pandeglang, Andi Kusnardi, saat di Konfirmasi soal harga Elpiji 3 Kg mengaku secara struktur tim pengawas untuk gas LPG ketua tim itu ada di bagian Ekonomi Setda.

Dia juga membenarkan bahwa Menurut nya harga  gas Elpiji 3 Kg naik itu bukan ada di pengecer karena pengecer/warung menjual atas harga dari pangkalan tambah sedikit ongkos dapat menambah harga jual.

Bahkan dirinya juga tidak membatah
masalah ini selalu timbul dan pihaknya juga sudah melaporkan ke pihak polres yang juga anggota tim dengan memanggil PT Iswana migas

Laporan itu dari hasil di lapangan bahkan  sudah beberapa pangkalan yang di tegur bahkan di stop distribusinya.

Ditanya soal pangkalan yang menjual lebih dari HET seperti yang terjadi di Kecamatan Sindangresmi dirinya menjawab.

“Pangkalan untukk kecamatan Sindangresmi sudah kami laporkan jg ke ketua tim dan polres untuk ditindaklanjuti. Termasuk di Kecamatan Cigeulis,” Ucapnya melalui pesan WhatsApp ***(Hadi).

Eksplorasi konten lain dari Sekilas Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan Membaca

%d