DaerahPendidikan

Puluhan Mahasiswa KKN Di Desa Bontomanai, Kades Sambut Dengan Baik

×

Puluhan Mahasiswa KKN Di Desa Bontomanai, Kades Sambut Dengan Baik

Sebarkan artikel ini

TAKALAR, SEKILASINDO.COM-Kades Bontomanai menerima Puluhan Mahasiswa dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Tamalate Makassar, bersama Mahasiswa dari  Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar yang akan melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Bontomanai, Kecamatan Mangarabombang. Rabu (30/1).

Click Here

Pelaksana tugas (Plt) desa Bontomanai, drh. Ahmad Nur menyambut dengan baik puluhan mahasiswa tersebut. Dimana kehadiran mahasiswa yang melakukan KKN di desanya, merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa sehingga dia terlibat dan turun langsung ke masyarakat.

Seperti masyarakat pedesaan, masyarakat perkotaan, sekolah, masyarakat industri atau kelompok masyarakat lainnya. Sebab, mahasiswa menjadi bagian dari masyarakat yang aktif dan kreatif terlibat dalam dinamika yang terjadi di masyarakat, kata Ahmad Nur

Selain itu KKN juga memberi pengaruh positif kepada masyarakat kemudian bekerja sama dengan tokoh-tokoh Agama, tokoh pemuda tokoh masyarakat dengan tujuan memberikan gagasan, ide dan semangat untuk masyarakat yang tiada lain menjadikan desa sebagai desa sejahtera dan bermartabat.

Dengan itu hadirnya KKN di desa Bontomanai, Kecamatan Mangarabombang tentunya menjadi kebanggan warga desa Bontomanai, karena bisa memberikan contoh yang baik kepada warga desa Bontomanai, ujar Ahmad Nur.

Pastinya kami selaku Pejabat Pelaksana Tugas (PLT) Desa Bontomanai bersama sekertaris desa Herman bersama Ketua Pemberdayaan Masyarakat (BPD) desa Bontomanai Daeng Tiro, mengucapkan banyak terima kasih yang sebesar-besarannya dengan kedatangan KKN di desa Bontomanai.

Sebab ini dapat membantu kami di desa untuk memberikan ide dan gagasan yang cemerlang untuk memberikan semangat kepada masyarakat, ujarnya Ahmad Nur

Sekedar diketahui bahwa mahasiswa yang melakukan KKN di desanya sebanyak 37 orang yang kemudian di bagi menjadi dua yakni 12 orang dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Tamalate Makassar, dan 26 orang orang dari Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, jelas Ahmad Nur.

Penulis : Araswandi

Eksplorasi konten lain dari Sekilas Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan Membaca

%d